Surat Alay - Episode 2
Tuhan
Ternyata aku hanya manusia dan hamba yang lemah, ya.
Oleh hal-hal yang terjadi dan yang belum terjadi, dengan sikap dramatis kelas kakap aku memvonis diriku sebagai korban dari kejahatan dunia yang tak adil dan kejam. Maafkan aku, Tuhan, aku alay. Maafkan aku, karena sering lupa kalau aku adalah hamba dari Yang Maha Kuat dan Maha Penyayang. Aku sering lupa, kalau ternyata aku tidak pernah sendiri. Aku sering lupa, kalau ternyata aku tidak pernah kehilangan tempat bernaung. Lantas, kenapa aku khawatir? Kenapa aku gusar? Kenapa aku terkulai lesu?
Maafkan aku, karena sering tak menyadari cara-cara-Mu menguatkan dan menyayangiku.
-Vijan
Komentar
Posting Komentar