Durhaka Kepada Waktu - Sebuah Prolog
Ini adalah postingan pertama yang kurilis, enam tahun setelah aku membuat akun ini. Pasti bakal cringe, gak ada isinya. Ieu mah curhat we, nya.
Aku tipikal orang yang cukup sulit mengingat tanggal dan nama, serta terkadang menjadi kambing conge ketika teman-temanku membawaku ke masa lalu di mana mereka bisa mengingat banyak hal, banyak kejadian, banyak nama, kemudian menangis dan tertawa, sedangkan aku ... kambing conge.
Aku tidak mengerti kenapa begitu. Entah aku yang menganggap itu tidak terlalu penting, tidak kuanggap memorable, atau aku memang tidak peduli. Itu hanya kejadian kecil yang "yaudah, sih" dan ketika arus waktu itu selesai kulewati, maka yaudah, sih.
Sampai akhirnya aku menyadari bahwa aku baru saja melewati banyak episode dalam hidupku, tanpa menyimpan perasaan di dalamnya, dan sekelumit cerita yang tak bisa kuingat ulang sehingga seakan aku jadi manusia yang tiba-tiba besar tanpa pernah melewati kisah-kisah menyenangkan, mengharukan, konyol, dan berharga. Ah, kini aku menyesal.
Aku punya WA, kalau bikin status isinya cuma meme, musik, kadang video-video ceramah atau motivasi, atau pap fotoku yang random. Sekarang-sekarang ini, aku cukup sering bikin status yang isinya keresahan kayak begini, dengan menyebutkan beberapa hal yang kuingat, agak komedik pada awalnya, lalu kubanting menjadi cukup puitis dan punchline yang menggebuk diriku sendiri.
Aku ingin jadi manusia yang jago menghargai. Aku ingin jadi manusia yang mengerti bahwa hidup ini adalah caraku merangkai episode sebelum aku mati. Aku tidak ingin jadi manusia yang durhaka kepada waktu.
-Vijan
Komentar
Posting Komentar