Menjaga Surga - Episode 1

     Aku bukan anak yang baik, bukan pula anak yang berbakti, tapi aku mengerti bahwa surga ada di telapak kaki ibu. Bahkan Nabi pun menyabdakan tentang betapa mulianya pemilik tempat persembunyianku selama sembilan bulan itu. Di sisi yang lain, aku juga punya keyakinan, sebagaimana rumah tangga adalah kumpulan visi dan misi yang dibangun oleh dua insan bernama ibu dan ayah, ayah adalah sosok yang membangun tangga menuju surga itu dengan segala keringat, pedih, dan pengorbanannya. Aku yakin betul itu. Sehingga ada istilah yang berbunyi "berbakti kepada kedua orang tua."

    Aku mengerti, dan setelah dewasa ini (emang udah dewasa?) aku mulai berlarian kesana kemari, aku yang tadinya hanya marah-marah karena seringkali apa yang kuinginkan tak kudapat, memberanikan diri untuk mencoba mengerti.

    Mencoba mengerti mengapa mereka bertengkar, mengapa mereka tak mengantarku pada hari pertama aku sekolah, mengapa mereka tak menyelami ke dalam duniaku, mengapa ibu selalu menganggapku bocah, mengapa ayah selalu irit bicara padaku, mengapa aku dulu tinggal di lingkungan seperti itu, mengapa mereka berdua tak pernah terlihat bahagia saat aku mendapat rengking. Setidaknya, aku mencoba mengerti, mencoba untuk menjaga sayangku pada keduanya agar tidak pernah pudar setitik pun, mencoba menjaga kedua surgaku itu.

    - Vijan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hak Asasi Bernama "Mimpi" - Episode 9

Tukang Tipu - Episode 7

Durhaka Kepada Waktu - Sebuah Prolog