Postingan

Surat Alay - Episode 2

    Tuhan     Ternyata aku hanya manusia dan hamba yang lemah, ya.     Oleh hal-hal yang terjadi dan yang belum terjadi, dengan sikap dramatis kelas kakap aku memvonis diriku sebagai korban dari kejahatan dunia yang tak adil dan kejam. Maafkan aku, Tuhan, aku alay . Maafkan aku, karena sering lupa kalau aku adalah hamba dari Yang Maha Kuat dan Maha Penyayang. Aku sering lupa, kalau ternyata aku tidak pernah sendiri. Aku sering lupa, kalau ternyata aku tidak pernah kehilangan tempat bernaung. Lantas, kenapa aku khawatir? Kenapa aku gusar? Kenapa aku terkulai lesu?      Maafkan aku, karena sering tak menyadari cara-cara-Mu menguatkan dan menyayangiku.     -Vijan

Menjaga Surga - Episode 1

      Aku bukan anak yang baik, bukan pula anak yang berbakti, tapi aku mengerti bahwa surga ada di telapak kaki ibu. Bahkan Nabi pun menyabdakan tentang betapa mulianya pemilik tempat persembunyianku selama sembilan bulan itu. Di sisi yang lain, aku juga punya keyakinan, sebagaimana rumah tangga adalah kumpulan visi dan misi yang dibangun oleh dua insan bernama ibu dan ayah, ayah adalah sosok yang membangun tangga menuju surga itu dengan segala keringat, pedih, dan pengorbanannya. Aku yakin betul itu. Sehingga ada istilah yang berbunyi "berbakti kepada kedua orang tua."     Aku mengerti, dan setelah dewasa ini (emang udah dewasa?) aku mulai berlarian kesana kemari, aku yang tadinya hanya marah-marah karena seringkali apa yang kuinginkan tak kudapat, memberanikan diri untuk mencoba mengerti.     Mencoba mengerti mengapa mereka bertengkar, mengapa mereka tak mengantarku pada hari pertama aku sekolah, mengapa mereka tak menyelami ke dalam duniaku, menga...

Durhaka Kepada Waktu - Sebuah Prolog

     Ini adalah postingan pertama yang kurilis, enam tahun setelah aku membuat akun ini. Pasti bakal cringe , gak ada isinya. Ieu mah curhat we, nya.     Aku tipikal orang yang cukup sulit mengingat tanggal dan nama, serta terkadang menjadi kambing conge ketika teman-temanku membawaku ke masa lalu di mana mereka bisa mengingat banyak hal, banyak kejadian, banyak nama, kemudian menangis dan tertawa, sedangkan aku ... kambing conge.     Aku tidak mengerti kenapa begitu. Entah aku yang menganggap itu tidak terlalu penting, tidak kuanggap memorable , atau aku memang tidak peduli. Itu hanya kejadian kecil yang "yaudah, sih" dan ketika arus waktu itu selesai kulewati, maka yaudah, sih.     Sampai akhirnya aku menyadari bahwa aku baru saja melewati banyak episode dalam hidupku, tanpa menyimpan perasaan di dalamnya, dan sekelumit cerita yang tak bisa kuingat ulang sehingga seakan aku jadi manusia yang tiba-tiba besar tanpa pernah melewati kisah-ki...